Custom Search

Monday, August 29, 2011

1 SYAWAL 1432 H JATUH PADA 30 AGUSTUS KALAU BERPEDOMAN PD AL QUR’AN

Kesimpang siuran penentuan awal bulan Ramadhan dan 1 Syawal tahun Hijriah sudah terjadi di kalangan umat Islam terutama di Indonesia, begitu juga halnya dengan sekarang ini dan dianggap sebagai hal yang sangat pelik. Tetapi seandainya semuanya konsisten berpatokan pada apa yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dalam Al Qur’an, perbedaan penentuan tanggal peristiwa penting bagi umat Islam itu tidak perlu terjadi.
Informasi dan pendapat yang dilontarkan di berbagai media belakangan ini, semuanya sepakat bahwa posisi bulan pada tanggal 29 Agustus 2011 di wilayah Indonesia berada diatas horizon/cakrawala, meskipun di banyak tempat bulan muda ini tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Atas fakta ini dan menurut perhitungan bahwa memang 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2011. Atas dasar apa pendapat ini.
Kalau kita merujuk pada ayat 185 surah Al Baqarah pada potongan ayat berupa perintah untuk memulai puasa bulan Ramadhan, Allah Ta’ala menegaskan dengan kalimat “ faman syahida minkum “ ( artinya: siapa yang menyaksikan diantara kamu ). Kata syahida dalam ayat ini berarti menyaksikan, bukan hanya melihat. Kalau perintahnya berbunyi “ siapa yang melihat “, tentu tidak akan digunakan kata syahida.
Kata syahida mengandung makna tidak hanya melihat, tetapi juga mengetahui dan memahami dari dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan, seperti yang kita temukan penggunaan bentuk perubahan akar kata ini pada Kalimah Syahadah. Arti Kalimah Syahadah berbunyi : “ Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhummad utusan Allah “. Kita tidak bisa dan tidak pernah melihat Allah sebagai Tuhan kita, tetapi kita bersaksi dan kesaksian itu atas dasar keyakinan yang berlandaskan pemahaman. Demikian pula terhadap Muhammad sebagai utusan Allah, kita tidak pernah melihat Nabi Muhammad saw, tetapi kita tahu bahwa beliau pernah hidup menyampaikan risalah yang dibawanya lewat tulisan dan catatan sejarah atau penuturun secara turun temurun.
Jadi disini jelas bahwa perintah Allah Ta’ala untuk menentukan awal bulan bukan hanya berdasarkan pada penglihatan dengan mata telanjang adanya bulan diatas horizon, tetapi juga berdasarkan pengetahuan dan pemahaman serta perhitungan keberadaan bulan diatas horizon. Kalau kita patuh perintah Allah Ta’ala Yang Maha Kuasa Lagi Maha Adil, maka pegangan utama kita adalah Al Qur’an dengan penafasiran dan pemahaman yang benar tentunya.
Silahkan baca juga posting di blog ini yang berkaitan dengan pembahasan diatas di
PENENTUAN HITUNGAN BULAN MENURUT RASULULLAH SAW

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Tuesday, September 23, 2008

MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 15

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Dalam ayat 16 surat Qaf kita menangkap apa yang tersirat bahwa kebimbangan/keraguan/syak dalam jiwa itu sangat tersembunyi sehingga sangat sulit untuk diketahui, kecuali oleh Allah Taala Rabb yang menciptakan manusia.
Manusia sebagai pemilik jiwa jarang menyadari dan mengetahui keraguan dan kebimbangan yang bertahta dalam jiwanya. Inilah salah satu jenis kejahatan setiap diri manusia. Makanya Rasulullah saw sering berdo’a pada Allah Taala, memohon perlindungan dari kejahatan diri beliau sendiri.
Dari apa yang saya ungkapkan sebelumnya, saya lebih condong menafsirkan kata khannas atau khunnas sebagai jiwa yang sifatnya bimbang/ragu/syak, jiwa yang gampang diobok-obok atau dipengaruhi oleh pihak luar baik dari pihak manusia sendiri maupun jin, syetan dan Iblis. Disamping gampang dipengaruhi secara bathiniah, juga bisa dengan cara lahiriah. Setiap manusia dan jin punya jiwa ini.
Kenapa jiwa seperti ini bisa tumbuh menjadi kuat sampai bisa menjerumuskan anak manusia kedalam jurang kedurhakaan karena manusia tidak punya kamauan yang kuat untuk mematuhi perintah Allah Taala. Sekali lagi kemauan yang kuat. Hal ini dijelaskan oleh Allah Taala dalam surat Thahaa ayat 115 yang terjemahannya : “ Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan Adam dulu ( untuk tidak memakan buah khuldi ), tetapi ia lupa dan tidak Kami lihat padanya kemauan yang kuat”.
Jadi al khannas ini bahagian dari jiwa manusia, menempati posisi yang dalam dari jiwa manusia dan disinilah Iblis dan syetan mengilhamkan kedurhakaan pada setiap anak manusia, membuka benteng keimanan seseorang dengan cara menanamkan keraguan/kebimbangan dan waswas.
Maka sampailah saya pada kesimpulan penafsiran ayat keempat seperti ini : “ Dari kejahatan jiwa yang bersifat waswas/ragu/bimbang yang senantiasa membuat/mempengaruhi untuk menjadi waswas/ragu/bimbang “.
Kemudian ayat berikutnya ditafsir : “ Yaitu yang membuat/menjadikan keraguan/kebimbangan/waswas dalam dada manusia “. Ada yang menafsirkan kata sudur sebagai hati, tetapi hal itu tidak tepat. Kalau Allah Taala menghendaki kata hati disitu tentu akan digunakan kata qalbi atau af’idah. Kata sudur berarti dada. Dalam dada manusia, ada hati, perasaan, emosi, naluri, dan lain-lain. Inilah yang di pengaruhi oleh al khannas supaya jadi waswas.
Kita bisa bayangkan bagaimana hebatnya kejahatan yang dilakukan melalui al khannas ini. Larangan Allah saja bisa dimanipulasi menjadi perintah seperti yang dialami oleh Adam as bersama isterinya. Inilah cobaan yang paling berat bagi anak manusia, merasa benar segala perbuatan dan amalannya dan sesuai dengan ketentuan Allah, tetapi dalam kenyataannya banyak yang menyimpang baik karena tidak tahu, tidak sadar, tetapi bahkan ada yang sadar demi mengambil keuntungan pribadi atau keuntungan kelompoknya.
Pada ayat terakhir Allah Taala menerangkan bahwa al khannas ini asalnya dari manusia dan jin.
Saya kira cukup sampai disini pembahasan surat Al Falaq dan An Nas, semoga Allah Taala membukakan hati kita untuk memahaminya.
CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih.
Wassalam.

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Monday, September 22, 2008

MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 14

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Jadi perasaan dan hati yang ragu, waswas dan syak adalah kelemahan paling fatal bagi setiap diri manusia. Dalam surat Qaf ayat 16 Allah Taala menerangkan tentang waswas di dalam jiwa, tetapi kebanyakan ahli tafsir menafsirkan sebagai bisikan dalam hati. Dari ketiga ayat yang ada kata waswas didalamnya, Allah Taala menerangkan pada kita bahwa kejahatan yang berbentuk waswas yang dilakukan syetan pada setiap manusia adalah pada jiwanya. Keraguan dan kebimbangan ini ditanamkan oleh syetan kedalam jiwa. Hubungan antara jiwa manusia dengan syetan ini banyak saya bahas di blog ini. Jadi untuk menanamkan kebimbangan, keraguan dan waswas kedalam jiwa setiap manusia tidaklah sulit bagi syetan selama jiwa manusia tersebut tidak dilindungi oleh Allah Taala Rabb Penciptanya.
Kata kunci berikutnya di ayat keempat surat An Nas adalah kata al khannas. Dalam Al Qur’an kata ini hanya disebut dua kali, di surat An Nas yang sedang kita bahas ini dan surat At Takwir ayat 15. Akar katanya khanasa, di kamus bahasa Arab- Indonesia Al Munawir berarti : tertinggal, terlambat, mengakhirkan, menangguhkan, memegang, menggenggam, tersembunyi, menutupi, berkata keji/kotor. Kemudian setelah mengalami perubahan bentuk menjadi khannas dalam surat An Nas diterjemahkan dengan syetan, demikian yang kita temui dalam kamus bahasa Arab-Indonesia Al Munawir serta buku tafsir dan terjemahan Al Qur’an. Sementara pada surat At Takwir bentuknya menjadi khunnas, yang dalam kamus bahasa Arab-Indonesia Al Munawir dan hampir semua buku-buku terjemahan dan tafsir Al Qur’an diterjemahkan sebagai bintang siarah atau planet. Pada tafsir Jalalain diartikan sebagai lima planet yaitu Uranus, Yupiter, Mars, Venus dan Pluto. Tetapi bagi saya penerjemahan dan penafsiran ayat 15 dan ayat 16 surat At Takwir di buku-buku tafsir yang ada masih tanda tanya besar karena banyak sisi lemahnya sehingga membingungkan. Tafsir Jalalain menafsirkan ayat 15 At Takwir seperti ini : “ Sungguh Aku bersumpah dengan bintang-bintang “. Sementara tafsir Ibnu Katsier seperti ini : “ Maka Aku takkan bersumpah dengan bintang-bintang untuk membuktikan kebenaran apa yang telah aku nyatakan itu, karena sangat jelas gamblang”.
Dari dua tafsir ini sudah sangat membingungkan kita, satu mengatakan Aku bersumpah, sementara yang lainnya Maka Aku Takkan bersumpah. Dua hal yang berlawanan dan bertolak belakang.
Kemudian yang membingungkan juga, ayat 16 surat At Takwir ini menerangkan ayat 15 yang bunyi ayatnya : “ Aljawaaril kunnasi “. Ditafsirkan dengan : “ Yang beredar dan yang terbenam “. Tetapi begitu kita cari dalam Al Qur’an dan kamus bahasa Arab Indonesia, kita tidak menemukan kata jawaari yang berarti terbit, demikian juga kata kunnas tidak ada yang berarti tenggelam.
Dalam kasus ini saya memilih penafsiran : “ Maka aku tidak akan bersumpah……………” , karena awal ayat ini berbunyi : “ Falaa uqsimu “. Sementara kata khunnas berkaitan erat dengan kata khannas dalam surat An Nas. Kalau kata khunnas ditafsirkan menjadi bintang atau planet, maka hal ini sangat bertentangan dengan ayat-ayat lain dalam Al Qur’an yang menyatakan Allah bersumpah demi bintang dan sebagainya. Tidak mungkin Allah Taala tidak konsisten dalam firmanNya. Alasan lainnya, kenapa saya lebih condong menafsirkan khunnas sejajar atau sama seperti khannas, karena Allah Taala tidak mau bersumpah dengan makhluk yang membuat kejahatan. Bagi saya ini logis dan masuk akal.
Sekarang kita kembali kepada kata khannas dalam surat An Nas. Kesulitan kita menangkap secara benar makna kata ini karena penggunaan kata ini hanya dua di dalam Al Qur’an, yaitu di surat At Takwir dan An Nas. Kalau saja penafsirannya pada surat At Takwir, benar dan pas, maka akan memudahkan kita untuk menangkap makna dari kata khannas ini. Kata kunci yang satu ini sangat penting untuk mengetahui jenis kejahatan yang hebat ini.
Kalau kata khannas diterjemahkan sebagai syetan yang biasa bersembunyi, dimana dia bersembunyi dan bagaimana cara sembunyinya, agar kita bisa tahu sehingga kita bisa meminta secara tepat pada Allah Taala pada saat berdo’a atau bermunajat, kemudian kita focus dalam upaya melawan syetan tersebut.
Untuk menafsirkan kata khannas ini saya lebih condong menggunakan ayat 16 surat Qaf yang terjemahannya : “ Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia sedangkan kami mengetahui apa yang dibisikkan dalam hatinya dan kami lebih dekat daripada urat lehernya “. Hampir semua buku tafsir dan terjemahan menafsirkan “ tuwaswisu nafsuhu “ dengan “ bisikan dalam hati “. Seperti saya jelaskan sebelumnya saya lebih condong menafsirkan kedua kata yang menjadi potongan ayat 16 surat Qaf itu dengan keraguan/kebimbangan/syak dalam jiwa.
Bersambung.
CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih.
Wassalam.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Sunday, September 21, 2008

MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 13

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Seperti saya ungkapkan sebelumnya, kejahatan yang paling hebat dan paling berat yang senantiasa mengintai dan atau menjajah setiap anak manusia adalah kejahatan yang disebutkan oleh Allah Taala pada ketiga ayat terakhir surat An Nas ini.
Ayat keempat, terjemahannya berbunyi : “ Dari kejahatan ( bisikan ) syetan yang biasa bersembunyi”. Seperti itulah tafsir atau terjemahan yang kita temui di terjemahan-terjemahan dan atau tafsir-tafsir Al Qur’an yang ada. Kalau kita teliti dan renungkan secara mendalam terjemahan seperti itu agak susah menangkapnya, karena kurang mewakili seperti apa yang dterangkan oleh Allah Taala dengan ayat tersebut.
Kata waswaas, kalau kita cari dalam kamus bahsa Arab-Indonesia Al Munawir, ada tiga artinya ;
1.pikiran/bisikan hati yang jahat.
2. keraguan, kebimbangan, syak
3. syetan.
Untuk lebih menangkap maksud dan makna kata tersebut mari kita lihat penggunaannya di ayat lain dalam Al Qur’an, yaitu di ayat 20 surat Al A’raf, ayat 120 surat Thahaa dan surat Qaf ayat 16.
Kalau melihat penggunaannya pada surat Al A’raf dan surat Thahaa, maka tidak mungkin kata waswisu disitu berarti bisikan, karena dalam kedua ayat tersebut bahagian dari kalimatnya ada yang berbunyi : “ Syetan berkata……….” Tidak mengkin setelah berbisik kemudian syetan berkata kepada Adam dan Hawa. Disamping itu dalam Al Qur’an, untuk kata yang berarti berbisik digunakan kata najwa.
Saya lebih memilih kata waswaas diartikan sebagai keraguan, kebimbangan dan syak. Inilah menurut saya yang paling tepat. Ini dibuktikan oleh penjelasan-penjelasan sejumlah kejadian dalam Al Qur’an yang berkaitan dengan penggunaan kata tersebut. Adam as setelah didatangi syetan yang pura-pura member nasehat, menyuruhnya memakan buah terlarang, buah khuldi di surga, tidak langsung memakannya, ada prosesnya dan syetan mendatangi Adam dan Hawa lebih dari satu kali. Ada proses dalam diri Adam dan isterinya untuk sampai pada keputusan memakan buah tersebut. Makanya dalam surat Al Baqarah Allah Taala menerangkan : “ Maka digelincirkan oleh syaitan………….” ( fa’azalla humas syaitanu ). Tergelincir artinya tidak langsung jatuh, ada suatu proses sebelum jatuh.
Dalam pertarungan di alam jin dan syetan atau dalam ativitas sihir/santet, senjata yang paling ampuh untuk mengalahkan lawan yang tangguh adalah membuat lawan tersebut ragu, bimbang dan syak. Misalnya orang diserang sihir/santet atau kejahatan lainnya yang berhubungan dengan syetan, mereka digempur dengan mimpi buruk yang terus menerus dan berkepanjangan, sampai-sampai apa yang dimimpikan itu terus terbayang setiap saat pada kesehariannya. Korban tersebut suatu saat akan ragu, bimbang atau syak. Begitu dia ragu, maka dia membuka pintu bagi kejahatan itu masuk menghajar dirinya. Ada juga lewat mulut manusia secara lahiriah kata-kata atau kalimat yang disampaikan kepada korban yang akan menambah keraguan si korban.
Melawan keraguan dan kebimbangan ini akan sangat sulit, apalagi keraguan ini datang dari bahagian paling dalam dari diri kita. Kita tidak tahu sebabnya, tahu-tahu perasaan kita tidak enak, firasat tidak enak yang terus menghantui, sebagai cermin bahwa sesuatu terjadi di alam jiwa kita, tetapi kita tidak tahu persis apa yang terjadi dan apa penyebabnya.
Bersambung.
CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih.
Wassalam.

CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Friday, September 19, 2008

MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 12

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Dengan penjelasan-penjelasan saya sebelumnya, kita sudah mendapat gambaran sekilas tentang manusia atau an nas dalam bahasa Al Qur’an. Betapa rapuhnya manusia bila kita menyadari bahwa begitu kompleks dan rumitnya jiwa-jiwa yang membuat manusia jadi hidup. Ditambah lagi syetan dan Iblis yang tidak berhenti mengobok-oboknya menjadi sangat rumit lagi. Kalau bukan karena Rahmat dan Karunia Allah Yang Maha Belas Kasih, maka seluruh anak cucu Adam akan binasa di tangan Iblis dan syetan.
Antara kelompok jiwa yang taqwa dan yang durhaka tentu akan terus bertikai. Kalau jiwa yang durhaka lebih banyak, maka menanglah dia, kalau jiwa yang taqwa lebih banyak maka menanglah yang taqwa. Diantara jiwa yang taqwa juga ada perselisihan misalnya antara jiwa yang murni taqwa sebagai hasil ibadah sesuai dengan apa yang diajarkan dan ditetapkan oleh Allah dengan jiwa-jiwa dari hasil ibadah yang menyimpang. Begitu juga halnya dengan jiwa-jiwa yang durhaka. Inilah persoalan-persoalan yang umumnya saya temukan dalam penyembuhan. Tapi kebanyakan manusia tidak tahu tentang jiwanya, kalaupun ada yang tahu kebanyakan mereka lupa akan jiwanya.
Sekarang kita masuk ke ayat pertama yang diterjemahkan : “ Aku berlindung pada Rabbnya manusia “. Semua kata dalam ayat tersebut sudah saya bahas. Disini Allah Taala menempatkan kedudukannya sebagai Rabb. Manusia diberi kebebasan se bebas-bebasnya oleh Allah Taala, maka kedudukanNya sebagai Rabb tidak akan dipakai untuk mengatasi pembangkangan manusia terhadapNya. Maka pada ayat berikutnya ditempatkan lagi kedudukannya sebagai Raja yang terjemahan lengkap ayat kedua : “ Raja manusia “. Karena Dia Raja Di Raja, maka manusia pasti akan tunduk padaNya. Apakah manusia itu tunduk dengan ikhlas atau dipaksa karena sebagai Raja Di Raja, Dia Maha Kuasa untuk melakukan apa saja terhadap siapapun dan apapun termasuk manusia.
Dia sebagai Rabb tentu sangat mengetahui sekecil dan sehalus apapun yang terjadi dalam setiap diri manusia, termasuk dalam jiwa-jiwa yang sangat halus, bisikan-bisakan yang sangat halus atau lintasan serta kilasan-kilasan yang sangat halus dalam setiap jiwa. Tidak mungkin Dia yang memelihara dan menyempurnakan jiwa kalau Dia tidak tahu apa yang terjadi setiap saat pada setiap jiwa. Kalau kita renungkan, setiap manusia terdiri dari banyak sekali jiwa, sekian banyak manusia yang pernah hidup, masih hidup dan akan lahir dan hidup, tidak satupun dari sekian banayak jiwa yang tidak terhitung jumlahnya itu luput dari perhatian Dia. Betapa Maha Hebatnya Dia Allah Rabbul Alamin.
Dengan kedudukan sebagai Rabb seperti itu, begitu Dia menempatkan diri sebagai Raja Di Raja, tidak ada lagi dari setiap bahagian dari diri manusia yang bisa mengelak dari KekuasaanNya, apapun yang Dia kehendaki dan apapun yang Dia mau. Dia melindungi atau tidak, memberi petunjuk atau tidak pada jiwa-jiwa tadi, itu terserah Dia. Tetapi yang pasti seperti penegasanNya sendiri, Allah Taala akan memberikan apa saja yang diminta oleh hambaNya yang Dia kasihi. Persolannya tinggal, bagaimana caranya agar kita menjadi manusia yang sangat dikasihi atau dikasihi oleh Allah Taala.
Ayat ketiga terjemahannya : “ Sembahan manusia “. Bagaimanakah pemahaman ayat ini, apakah hanya orang yang menyembah Dia saja yang dimaksud ayat ini, sementara orang kafir padaNya tidak termasuk dalam ayat ini.
Kalau kita pelajari tentang penciptaan manusia di Al Qur’an, Allah Taala mengabarkan pada kita bahwa pada penciptaannya pertama, semua manusia menyembah Dia, siapapun manusia itu. Karena penciptaan jiwa manusia didasarkan atas fitrah yang tunduk pada Rabbnya. Ini artinya dalam setiap diri manusia, termasuk orang kafir dan tidak beragama sekalipun ada jiwa yang tunduk dan menyembah Allah Rabbnya. Pada orang kafir dan tidak beragama, jiwa yang tunduk dan menyembah Allah Rabbnya sangat-sangat sedikit dan sangat lemah sehingga tidak mampu melawan jiwa-jiwa lain yang kafir, ingkar dan durhaka pada Allah Rabb yang menciptakannya.
Kalau penafsiran ayat ketiga ini hanya ditujukan kepada orang-orang yang berserah diri padaNya, sementara orang kafir dan tidak beragama tidak termasuk dalam ayat ini, maka hal itu bertentangan dengan apa yang dijelaskan oleh Allah Taala dalam Al Qur’an dan hadits qudsi tentang penciptaan manusia.
Menurut saya, hakekat dari ketiga ayat ini, Allah Taala yang Maha Belas Kasih mengajarkan pada kita untuk mengenal Allah Rabb kita secara benar dan mengenal diri kita sendiri sebagai manusia. Dalam ayat ini Allah Taala mengajarkan pada kita salah satu cara menjalin hubungan yang intens dengan Dia.
Saya kira sudah cukup jelas tentang ketiga ayat pertama surat An Nas, sementara ayat berikutnya Allah Taala mengajarkan pada kita tentang kejahatan yang paling hebat yang pernah dan akan senantiasa bertahta dalam setiap diri anak manusia, kalau Allah Taala Yang Maha Kuasa Lagi Maha Belas Kasih tidak melindungi kita.

Bersambung.

CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih.
Wassalam.


CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Thursday, September 18, 2008

MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 11

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Kalau kita renungkan secara mendalam tentang jiwa setiap anak manusia betapa rumitnya hubungan antara jiwa yang satu dan jiwa yang lainnya karena berbeda kepentingan dan keinginan antara jiwa satu dengan jiwa yang lainnya. Dalam satu rumah tangga saja yang jumlah manusianya hanya sedikit, tentu dalam sejarah rumah tangga tersebut pasti ada konfliknya, apalagi dalam setiap tubuh manusia dihuni oleh jiwa yang sangat banyak, tentu akan terjadi banyak konflik diantara mereka.
Misalnya begini, apabila kita melirik seseorang dalam waktu seper sekian detik, itu sudah terbentuk jiwa. Sifat jiwa yang terbentuk tergantung apa yang terlintas di hati atau di pikiran atau di perasaan. Kalau yang terlintas dengki maka terbentuklah jiwa yang sifat pendengki, kalau kagum maka terbentuklah jiwa yang kagum dan sebagainya. Begitu juga hal lainnya.
Melirik dengan segala prosesnya tadi butuh tenaga atau energy, takarannya dalam fisika dan ilmu kimia dikenal dengan ukuran gram kalori. Satu gram kalori adalah jumlah panas yang dibutuhkan untuk manaikkan suhu satu gram air 1 derajat Celsius. Jadi untuk satu lirikan saja berapa energy yang kita keluarkan, berapa gram kalori. Energy ini kita dapat dari makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Kalau kita kalkulasi, misalnya umur kita 40 tahun, tarokhlah kita konsumsi rata-rata dua kilogram makanan dan minuman perhari, kemudian yang dibuang oleh tubuh menjadi ampas umpamanya separuhnya. Jadi yang menjadi darah dan daging serta energy rata-rata satu kilogram dari makanan dan minuman. Bidang ilmu gizi yang menghitung konversi semacam ini. Kita kalikan saja 40 X 365 = 14.600. Dari jumlah itu paling yang menjadi darah, daging, tulang dan sebagainya 70 kilogram, yang 13,99 ton itu jadi energy yang terpakai oleh aktivitas kita setiap hari. Kalau meminjam teori fisika tentang hukum kekekalan energy, maka energy itu tidak hilang, lantas kemana larinya energy tersebut, tentu saja menjadi jiwa seperti saya jelaskan tadi.
Sekarang kita bisa hitung atau kira-kira, berapa jumlah jiwa seseorang yang berumur 40 tahun dengan asumsi bahwa setiap jiwa itu ekuvalen/sama dengan satu gram kalori atau kurang dari itu, maka akan sangat banyak jiwa yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan. Orang-orang yang tidak mampu mengendalikan/memanage jiwa-jiwanya tadi secara baik dan benar pasti akan mendapat masalah yang rumit dalam kehidupannya sehari-hari terutama gangguan kesehatan dan psychology.
Ini sekedar gambaran yang akan dijadikan bahan untuk menangkap inti persoalan yang diajarkan oleh Allah Taala dalam surat An Nas. Karena kalau tidak punya gambaran yang jelas tentang an nas ( manusia ), akan sulit untuk sampai tingkat pemahaman dalam mempelajari surat An Nas ( pemahaman dengan hati ).
Begitu rumitnya makhluk yang bernama manusia, maka Allah Taala dalam surat An Nas menempatkan tiga kedudukannya yaitu sebagai Rabb, sebagai Raja dan sebagai Sembahan manusia. Ini suatu indikasi yang sangat jelas bahwa manusia itu adalah makhluk yang serba kompleks. Bagaimana tidak kompleks, kepala Negara saja yang hanya mengurus puluhan juta atau ratusan juta rakyat dibantu oleh jutaan manusia lainnya. Setiap manusia yang mengurus milyaran bahkan trilyunan jiwanya sendirian, tentu akan sangat repot kalau kita mau menyadari dan merenungkannya.
Mungkin anda mengatakan bahwa saya hanya berteori, tetapi dasar pemahaman inilah yang saya pakai dalam penyembuhan, buktinya berhasil dengan baik, terutama pada kasus-kasus yang tidak pernah bisa diselesaikan oleh medis dan non medis seperti yang banyak saya beberkan di blog ini. Kalau penjelasan saya ini hanya sebagai teori, saya takut pada Allah yang telah menegaskan JANGAN KATAKAN APA YANG KAMU TIDAK PERBUAT.
Saya membahas masalah jiwa disini hanya sekedar untuk bahan yang dipakai dalam menafsir Surat Nas dan saya anggap cukup untuk itu.
Bersambung.

CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih.
Wassalam
.


CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF

TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF

Tuesday, September 16, 2008

MENYINGKAP RAHASIA SURAT AL FALAQ DAN AN NAS SEBAGAI PENANGKAL SIHIR 10

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang.
Pada penciptaan pertama setiap jiwa anak manusia, hanya satu yang mereka kenal ialah Rabb Penciptanya, makanya begitu selesai diciptakan mereka masing-masing mengangkat saksi bahwa Allah adalah Rabbnya dan kesaksian itulah yang akan dipegang oleh Allah Taala dan akan dipertanggung jawabkan oleh setiap jiwa langsung pada Allah Taala sendiri di akherat nanti. Dan ini menjadi dasar fitrah penciptaan manusia seperti yang diterangkan oleh Allah Taala dalam Al Qur’an.
Begitu jiwa menempati tubuh dan mendominasi tubuh kemudian menggelinding dalam kehidupan di dunia, maka Allah Taala mengujinya dengan memberi kebebasan apa saja yang hendak diperbuatnya, meskipun setiap jiwa senantiasa berada dalam pemeliharaan dan pengawasanNya setiap saat. Apakah dia akan mematuhi perintah Rabbnya atau durhaka pada Rabbnya, karena pada setiap jiwa yang sempurna dalam ciptaannya diilhamkan kedurhakaan dan ketaqwaan.
Dalam interaksinya pada kehidupan duniawi inilah terbentuk banyak jiwa dari setiap manusia dan jiwanya terbagi dalam dua kelompok utama yaitu kelompok jiwa yang taqwa dan kelompok jiwa yang durhaka.
Kelompok jiwa yang taqwa terbagi lagi tingkatannya, begitu juga dengan kelompok jiwa yang durhaka. Jiwa-jiwa ini terbentuk dari segala aktivitas setiap manusia, baik aktivitas fisik maupun aktivitas bathiniah, meskipun hanya selintas dalam pikiran, perasaan dan hati. Jiwa-jiwa yang taqwa adalah milik Allah Taala Rabbnya, selain dari itu milik Iblis dan syetan bersama seluruh imperiumnya sesuai dengan Ketetapan Allah Taala Yang Maha Adil.
Iblis tahu betul dan sangat tahu tentang seluk-beluk jiwa manusia ini, makanya dia sukses dalam kejahatannya terhadap Nabi Adam as dan Rasulullah saw. Kalau bukan karena Rahmat dan Karunia Allah Yang Maha Belas Kasih, maka semua anak manusia binasa di tangan Iblis dan imperiumnya.
Iblis dan imperiumnya senantiasa tidak pernah lepas dari saluran ilham kedurhakaan pada setiap jiwa manusia, terus mendikte jiwa tersebut sesuai dengan patron yang dia inginkan. Kadang-kadang dengan cara sangat kasar dan kasar seperti diadunya dengan jiwa lain dari dalam diri manusia bersangkutan atau dengan jiwa lain dari manusia lainnya, atau juga jin dan syetan, akibatnya yang bersangkutan jatuh sakit.
Cara yang paling canggih yang dia lakukan mendikte dengan cara yang sangat halus, seolah-olah sebagai ilham ketaqwaan, sangat mirip dengan apa yang telah diajarkan oleh Allah Taala dan RasulNya tetapi tidak sama. Inilah bahagian ujian paling sulit bagi anak manusia.
Ada tokoh terkenal yang mampu mengatasi persoalan seperti ini yaitu Umar Bin Khattab, sahabat Rasulullah saw sendiri. Di sejumlah hadits dari para perawi terkenal, Rasullah saw mengatakan bahwa syetan takut pada Umar Bin Khattab, syetan akan lari menjauh begitu Umar Bin Khattab datang.
Kenapa bisa begitu. Kalau kita baca sejarah hidupnya, Umar Bin Khattab sangat tegas dan keras sikapnya dalam menjalankan hukum Allah Taala. Beliau hanya mengenal dua kata, ya atau tidak. Terhadap apa yang diperintahkan beliau hanya mengenal kata ya, tidak kurang dan tidak lebih, tidak ada kompromi atau kebijaksanaan. Begitu juga terhadap larangan, Umar Bin Khattab hanya kenal kata tidak tanpa ada kompromi sedikitpun.
Dari apa yang dipaparkan tadi, kita sudah bisa menangkap secara lebih jelas tentang an nas sebagai salah satu kata kunci dalam surat An Nas.
Bersambung.
CATATAN : Bagi anda yang ingin menyebar luaskan apa yang saya bahas di blog ini kepada siapapun, ada baiknya anda kasih saja alamat blog ini kepada mereka. Kalau anda sebarkan dengan cara apapun, saya khawatir kalau terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam bentuk apapun, anda yang bertanggung jawab pada Allah. Tokh pahalanya sama juga yang anda terima dengan penyebaran yang saya anjurkan. Terima kasih.
Wassalam.


CATATAN :
Saya telah membahas secara mendalam dan detail tentang syetan, jin dan Iblis, seperti apa mereka, bagaimana kehidupan mereka dan dimana mereka hidup, bagaimana interaksinya dengan setiap diri anak manusia yang mengakibatkan berbagai masalah bagi setiap anak manusia.
Saya juga membahas secara mendalam dan detail tentang jiwa setiap anak manusia, apa yang dimaksudkan dengan jiwa manusia, dimana keberadaan mereka, perannya yang sentral bagi setiap diri anak manusia, persoalan yang dialami oleh anak manusia ketika jiwanya error terutama kaitannya dengan penyakit nonmedis atau medis, apa yang membuatnya error dan bagaimana cara atau upaya memperbaikinya dalam arti penyembuhannya.
Semuanya saya bahas menggunakan fakta empiris yang saya peroleh selama menggeluti penyakit nonmedis 30 tahun lebih.
Untuk informasi tentang kedua buku tersebut silahkan klik ini
BUKU TERAPI ALIF
TOP SELLING BUKU TERAPI ALIF